Idea Of Failure
Lets start by stating some quotes
i haven't failed, i've just found out 10.000 ways that didn't work
-That Thomas Guy
. . .
Why do we need to be failed?
Manusia sangat senang dan merasa superior bahwa dirinya punya lebih daripada yang lain, baik itu jabatan, umur, harta, tahta,
dengan kegagalan, seseorang akan merasa terbebani, dan dilain pihak seseorang akan merasa legaa. Bukan kah itu baik? Anda menyenangkan seseorang dengan kekurangan anda, Asal Bapak Senang.
Memang kita seharusnya tidak harus mempedulikan orang lain...
Tapi, revolusi tidak berjalan dengan kompetisi sehat, revolusi dimulai dari kejatuhan suatu orde yang telah berjaya. Contoh selain Indonesia pada 1998, pasti anda tahu Friendster,
sebuah platform sosial yang berkontribusi pada pembentukan media sosial seperti sekarang. Pada ordenya mereka berjaya, tapi setelah Facebook dan Twitter memasuki podium internet, orde nya mulai berjatuhan, hingga akhirnya lenyap.
Dan mulailah pasar media sosial yang menghasilkan Triliuner dengan menambah lahan - lahan pekerjaan mulai dari pengembangan hingga pengisi konten, bahkan pengurus akun official.
Apakah Friendster redup karena kekurangan konten? Iya, betuldari situlah kegagalan mereka dapat dirasakan, bangun sebagai pelopor media sosial, jatuh sebagai kenangan.
Dan kegagalan itu dirayakan oleh pesaingnya. Membantu dan merevolusi, baik sebagai pelajaran dan juga pedoman agar 'tidak jatuh ke lubang yang sama'
Banyak sekali kegagalan yang saya ingin saksikan sebagai Revolusi ini. Seperti BukaLapak, TokoPedia, Lazada dan BliBli. Masih banyak juga e-Commerce yang belum saya sebutkan, apalagi jika dipadukan dengan produk Luar Negri yang lebih reliable. Bahkan retail konvensional e.g., Indomaret - Alfamart - Giant - ACE - TransMart dkk. Mereka menerbitkan e-shopping juga yang menjualkan produk dari mereka sendiri, disini lah bentrokan terjadi... manakah yang akan keluar sebagai pemenang?
mana juga yang akan keluar sebagai kenangan?
SAKSIKAN KELANJUTANNYA NANTI SiANG,

Komentar
Posting Komentar